Rina namaku aku bersekolah di SMP N 15 Jakarta aku duduk dikelas IX aku mempunyai beberapa sahabat yaitu Vera dan Putri mereka adalah sosok sahabat yang amat mengerti tentang aku hampir setiap hari aku selalu dibuatnya tertawa apalagi dengan kelakuan Vera ketika kadang melihatku cemberut dia langsung bergegas untuk menghiburku masalah dan beban rasanya hilang ketika melihat wajah-wajah sahabatku ini
Dengan kekonyolan dan kasih sayang ini kami berpikir untuk masuk SMA yang sama. Ujian Nasional pun telah berakhir aku Vira dan Putri gugup akan hasil yang kami peroleh takutnya kami tidak bisa satu sekolahan lagi. Akhirnya ketakutan itu pun terjadi nilai yang diperoleh Vira tidak mencukupi untuk masuk SMA yang kita rencanakan aku dan Putri menangis ketika mendengar berita tersebut. Namun, aku berkata itu tidak menghalangi kita untuk bisa slalu bersama akhirnya kami menemukan jalan tengah kebetulan sekolah Vira satu arah dengan sekolahku dan Putri setiap hari kami slalu berangkat sekolah bersama. Dengan rasa senang kegembiraan ini sama persis dengan dulu waktu SMP dimana disitu adalah masa yang tidak pernah aku lupakan
Beberapa contoh cerpen
Minggu, 29 November 2015
Kamis, 26 November 2015
Presiden Soekarno
Presiden Soekarno dari Indonesia
Abad 20 ini telah menjadi suatu periode kekuatan yang sangat dahsyat. Ia telah belajar bagaimana melespaskan kekuatan besar sesekali terkunci dalam unsur materi yang kecil, akan tetapi apakah ketrampilan politik manusia bergandengan bersama dengan ketrampilan tehniknya? Ketrampilan politik manusia telah malpaui jauh oleh ketrampilan tehnik akibat dari hal ini adalah ketakutan dan manusia ingin sekali keamanan dan moralitas. Dan dalam istilah politik, apa itu hukum tertinggi dari morolitias, hukum itu adalah bahwa segala sesuatu dikebawahkan pada kesejahteraan umat manusia, akan tetapi hari ini kita dihadapkan dengan suatu keadaan dimana kesejahteraan umat manusia tidak selalu merupakan pertimbangan utama, banyak orang yang menduduki kekuasaan tinggi, agaknya berpikir, mengndalikan dunia. Mari kita satukan suatu kepastian hukum untuk mempertahankan dan menjaga perdamaian di dunia ini
Abad 20 ini telah menjadi suatu periode kekuatan yang sangat dahsyat. Ia telah belajar bagaimana melespaskan kekuatan besar sesekali terkunci dalam unsur materi yang kecil, akan tetapi apakah ketrampilan politik manusia bergandengan bersama dengan ketrampilan tehniknya? Ketrampilan politik manusia telah malpaui jauh oleh ketrampilan tehnik akibat dari hal ini adalah ketakutan dan manusia ingin sekali keamanan dan moralitas. Dan dalam istilah politik, apa itu hukum tertinggi dari morolitias, hukum itu adalah bahwa segala sesuatu dikebawahkan pada kesejahteraan umat manusia, akan tetapi hari ini kita dihadapkan dengan suatu keadaan dimana kesejahteraan umat manusia tidak selalu merupakan pertimbangan utama, banyak orang yang menduduki kekuasaan tinggi, agaknya berpikir, mengndalikan dunia. Mari kita satukan suatu kepastian hukum untuk mempertahankan dan menjaga perdamaian di dunia ini
Meraih impian
Nanda adalah anak sulung dari 5 bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai PNS dan bundanya membuka sebuah warung kecil dirumahnya. Nanda memiliki 2 cita-cita, pertama, ingin masuk fakultas kedokteran kedua, ingin mendaftar ke STPDN tetapi Nanda tidak berhasil meraih impian itu karena berbagai faktor. Nanda hampir putus asa dan mulai membuka usaha. Seiring berjalannya waktu Nanda diterima di jurusan bahasa Inggris. Kak Ica, saudara sepupu Nanda datang ia mengajak Nanda untuk membeli sebuah kios dan berniat untuk berdagang pakaian. Nanda tidak manyangka usaha itu menuai hasil yang gemilang usaha Nanda meluas hingga mengimpor pakaian keluar negri.Bunda yang melihat kesuksesan Nanda merasa bangga setelah beberapa kali jatuh tetapi semangat Nanda terus muncul, semua tidak luput dari motivasi kedua orangtuanya
Langganan:
Postingan (Atom)